Showing posts with label One Minute Wisdom. Show all posts
Showing posts with label One Minute Wisdom. Show all posts

Wednesday, October 15, 2008

Kisah Si Tukang Ledeng



Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air dirumahnya. Kran itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh. Atas rekomendasi seorang temannya, Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya. Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk . Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman .

Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz, pak tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi . Bos Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng .

Pada hari yang telah disepakati , si tukang ledeng datang ke rumah Mr. Benz untuk memperbaiki kran yang bocor. Setelah kutak sana kutak sini, kran pun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya.

Sekitar 2 minggu setelah hari itu, si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah. Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng. Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran di rumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng .

Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya?
Ya, namanya Christopher L. Jr.
Saat ini beliau adalah General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz !

Anonim

Tuesday, July 29, 2008

Nyawa Tambahan Manusia



Konon kabarnya, pada suatu ketika, malaikat maut memanggil utusan dari segala makhluk untuk mendengarkan hasil sidang paripurna surgawi. Diputuskan bahwa umur semua makhluk cukup 25 tahun saja. Keputusan ini menuai protes sengit dari utusan manusia. “Gak bisa dong. Mau buat apa dengan umur 25 thn? Pada usia itu, sebagian dari kami baru selesai kuliah atau mulai bekerja, belum sempat nikmati indahnya hidup ini sudah harus berpulang. Gak bisa, gak bisa.”
Utusan kuda maju dan berkata, “Kami tidak ingin berlama-lama hidup di dunia. Manusia selalu mengeksploitasi tenaga kami untuk berperang atau menjadikan kami kuda pedati. Biarlah kami berikan 15 tahun umur kami untuk manusia. Cukuplah 10 tahun kami hidup di dunia."

Umur manusia tambah 15 tahun menjadi 40 tahun. Barangsiapa yang berumur 26-40 tahun, ingatlah bahwa nyawa Anda adalah nyawa kuda. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa di usia itu, manusia harus banting tulang dan berpacu dalam hidup, seperti seekor kuda.

Ternyata manusia belum puas dengan tambahan usia itu dan masih terus memprotes. Melihat itu, sapi dengan langkah pelan maju. “Biarlah kami sumbangkan 15 tahun hidup kami untuk manusia. 10 tahun cukuplah untuk kami. Biasanya juga gak sampai 10 tahun kami telah kehilangan nyawa karena dijadikan sapi potong. Manusia terlalu jahat. Kalau bukan dijadikan alat membajak sawah, kami dijadikan sapi perah. Bahkan ada penyakit yang diberi nama ‘sapi gila’”.

Umur manusia bertambah 15 tahun lagi menjadi 55 tahun. Pada usia ini, umumnya manusia telah melewati usia berpacu dengan hidup atau sudah memiliki penghidupan yang lebih layak. Barangsiapa berumur 41-55, ingatlah bahwa nyawa Anda adalah nyawa sapi. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa di usia itu, manusia harus ‘diperah’ entah oleh pejabat yang korup, oleh suami yang pengangguran atau isteri yang hobbynya shopping melulu, atau oleh anak-anaknya yang nuntut ini-nuntut itu.

Dasar manusia itu makhluk tak kenal puas. Masih belum cukup umur hidup 55 tahun. Manusia masih menggerutu, bahkan mengancam akan mengumpulkan preman untuk demonstrasi. Anjing maju dan berkata lantang, “Berikan saja 15 tahun nyawa kami untuk makhluk yang tak kenal budi itu. Kami juga gak mau hidup lama-lama di dunia. Paling banter kami dijadikan penjaga rumah. Kalo lagi marah pada sesamanya, manusia selalu berteriak: “Anjing kau!” Mereka selalu melecehkan kami”.

Umur manusia bertambah lagi menjadi 70 tahun. Barangsiapa berumur 56-70 tahun, ingatlah bahwa nyawa anda adalah nyawa anjing. Oleh karena itu jangan heran kalo di usia ini Anda berfungsi sebagai penjaga rumah. Kadang dipanggil untuk menjaga rumah anak A yang lagi dinas kerja luar kota, atau rumah anak B yang sedang pesiar ke mancanegara.

Akh, gak tahu lagi istilah yang pantas untuk manusia. Manusia BELUM PUAS JUGA! Mengutip salah satu sajak seniman ternama, utusan manusia berpidato lantang bahwa bahkan kalo bisa manusia mau hidup sampai 1000 tahun lagi. Astaga?! Kali ini terjadilah perdebatan sengit antara malaikat dan manusia. Tiba-tiba utusan monyet menyela, “Sudah, sudah, kasih saja 15 tahun nyawa kami untuk manusia. Mereka juga sangat jahat terhadap kami. Sama seperti terhadap anjing, kalo lagi marah pada temannya, manusia suka berkata: “Hei monyeeeeet!”

Umur manusia bertambah lagi menjadi 85 berkat kebaikan hati monyet. Barangsiapa berumur 71-85 tahun, ingatlah bahwa nyawa Anda adalah nyawa monyet. Seperti halnya monyet melompat dari pohon yang satu ke pohon yang lain, demikian pun Anda, melompat dari rumahsakit yang satu ke rumah sakit yang lain. Salah-salah, Anda jatuh, “mag-gedebuukkk”, terhempas ke tanah.

(Diceritakan oleh: Marco P. Sumampouw, MBA, MSHR/OD, Dosen Manajemen Sumberdaya Manusia, Magister Manajemen Untan, Pontianak)

One Minute Wisdom



Apa itu “kebijaksanaan”? Bahasa Latin menyebutnya sapientia. Kata Latin ini punya kaitan dengan “pengertian”. Makna istilah Anglo-Saxon wisdom dapat disandingkan dengan kata Yunani sophia, yang pada awalnya mengacu kepada seni praktis. Biasanya dikatakan bahwa salah satu fungsi filsafat ialah mencari kebijaksanaan. Orang bisa saja memiliki banyak pengetahuan, namun tanpa kebijaksanaan, dia tetap dianggap orang bodoh yang berilmu. Dalam dunia yang sarat ketidakpastian, kita butuhkan suatu sense of direction. Dan kebijaksanaan menawarkannya. Kebijaksanaan memberi kita keutuhan dalam membantu memilih secara akurat dan atau menolak secara cermat, serta memberi arti kepada eksistensi manusia.

Bila kita mundur ke belakang, kita menemukan akar dari apa yang kita ketahui dalam bentuk data. Data adalah deskripsi dasar dari sesuatu, kejadian, dan aktivitas yang dicatat, diklasifikasi, atau disimpan. Setelah diolah untuk memberikan arti dan nilai bagi penerima, data menjadi informasi. Bila data dan atau informasi ini diolah lagi sehingga dapat menyampaikan pemahaman (understanding), pengalaman (experience), akumulasi pemelajaran (accumulated learning), dan keahlian (expertise), tia menjadi pengetahuan (knowledge). Bila pengetahuan tidak diekspresikan dan dibiarkan berada dalam pikiran individu sendiri, pengetahuannya hanya berupa tacit knowledge. Padahal, pengetahuan adalah anugerah! Karena pengetahuan itu diterima, maka tidak ada alasan untuk tidak memberi. Dengan memberi sebetulnya kita menerima. Maka sangat arif, bila tacit knowledge diekspresikan menjadi explicit knowledge. Moga-moga setelah knowledge itu teruji oleh kajian lebih dalam, tia akan menjadi kebijaksanaan (wisdom). Dengan kata lain, pengetahuan kita di-upgrade menjadi semacam scientia intuitiva (meminjam istilah Baruch Spinoza). Dengannya, kita melihat hal yang prinsipial dari segala sesuatu; melihat yang universal di dalam semua yang partikular.

Dalam blog ini saya menulis aneka buah pikiran berkaitan dengan ilmu manajemen, khususnya manajemen sumberdaya manusia. Di sela kembara pikiran, terkadang terasa perlu suatu penyeimbang terhadap orientasi ilmu ekonomi yang sarat dengan warna ambisi, maksimisasi, eksploitasi, dan sebagainya. Untuk itu saya mencoba memasukkan cerita, pengalaman, atau ajaran dari orang-orang bijak yang dikenal, entah itu dosen, buku, atau kitab-kitab suci agama-agama. Semua tulisan ini dikategorikan dalam Label: One Minute Wisdom. Diharapkan pembaca juga sudi mengirimkan cerita, kisah nyata, entah yang dialami sendiri atau dengar dari pengalaman orang lain, untuk memperkaya kategori ini. Kita bukanlah manusia pertama dan satu-satunya di dunia ini. Pengalaman berharga dari orang lain kiranya dapat menjadi pelajaran bagi hidup kita. Selamat membaca.